Sunday, January 15, 2017
Cara Menghitung Hari Selamatan Orang Meninggal Ditulis
Cara Menghitung Hari Selamatan Orang Meninggal Ditulis

Selamatan orang meninggal merupakan kebudayaan Jawa yang sudah ada sejak jaman dahulu kala, bahkan sejak ajaran agama belom masuk. Dan karna ini merupakan adat istiadat Jawa, tata caranya hampir gak bisa ditemukan dalam ajaran agama apapun. Lalu kenapa umat dari beberapa agama ikut melaksanakannya? Karna dalam setiap agama gak pernah mengajarkan tentang pemaksaan kehendak. Dan akhirnya beberapa agama tersebut masuk ke Jawa melalui kebudayaan, bukan menghilangkan kebudayaan tapi mengawinkan kebudayaan dengan ajaran agama, salah satunya melalui kebudayaan selamatan orang meninggal ini. Contoh nyatanya, selamatan orang meninggal yang dilakukan tetaplah sama tata cara dan ubo rampenya, tapi hanya bacaan doanya aja yang berbeda di tiap agama.
Kebudayaan selamatan orang yang sudah meninggal dilakukan sebanyak 8 kali terhitung sejak orang tersebut meninggal. Tujuan singkatnya adalah untuk mengantarkan langkah orang mati tersebut dalam perjalanannya menuju kesempurnaan baik jiwa maupun raganya.
- Geblag atau selamatan setelah pemakaman. Ada juga yang menyebutnya Ngesur / Nyaur Tanah. Cara menentukannya dengan rumus jisarji dan harus dilaksanakan saat itu juga
- Nelung dina atau selamatan setelah tiga hari kematian, cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran nelung dina digunakan rumus lusarlu, yaitu hari ketiga dan pasaran ketiga. Tujuannya untuk menyempurnakan nafsu yang ada dalam jasad manusia yang berasal dari bumi, api, air dan angin.
- Mitung dina atau selamatan setelah tujuh hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran mitung dina digunakan tusaro, yaitu hari ke ketujuh dan pasaran kedua. Tujuannya untuk menyempurnakan kulit dan rambutnya.
- Matangpuluh dina atau selamatan setelah 40 hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran matangpuluh dina digunakan rumus masarma, yaitu hari kelima dan pasaran kelima. Tujuannya untuk menyempurnakan anggota tubuh yang merupakan titipan dari kedua orang tua, yaitu ; darah, daging, sungsum, tulang dan otot.
- Nyatus dina atau selamatan setelah 100 hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan bari dan pasaran digunakan rumus perbitungan bari rosarma, yaitu hari kedua dan pasaran kelima. Tujuannya untuk menyempurnakan badan / jasadnya.
- Mendhak sepisan atau selamatan setelah satu tahun kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran mendhak pisan digunakan rumus patsarpat yaitu hari keempat dan pasaran keempat. Tujuannya merupakan selamatan telah sempurnanya kulit daging dan semua isi perut.
- Mendhak pindho atau selamatan setelah dua tahun kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran mendhak pindho digunakan rumus rosarpat, yaitu hari kesatu dan pasaran ketiga. Tujuannya merupakan selamatan setelah sempurnanya semua anggota badan selain tulangnya.
- Nyewu atau selamatan setelah seribu hari kematian, Cara menentukan waktu selamatan hari dan pasaran seribu hari (nyewu) digunakan rumus nemsarma yaitu hari keenam dan pasaran kelima. Tujuannya selamatan itu, karena telah sempurnanya jasad manusia termasuk bau dan rasanya. Sehingga manusia yang meninggal itu telah menyatu dengan tanah yang merupakan asal muasalnya.
Sebelom penghitungan hari dimulai, perhatiin dulu 2 tabel hari di bawah ini yang merupakan tabel hari dan pasaran serta rumus untuk perhitungan hari selamatannya :
Sekarang ambil satu kasus, orang yang meninggal pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2014 pada jam 18.10 (Maghrib). Karna pada jam 18.10 matahari sudah terbenam, maka hari kematiannya terhitung jatuh pada hari Senin Wage. Karna menurut perhitungan hari adat Jawa, pergantian hari terjadi pada saat matahari terbenam.
Pertama kita tentuin dulu hari selamatannya pake rumus yang di atas. Untuk contoh kasus di atas, bisa dilihat contoh perhitungannya pada tabel di bawah ini :
Pertama kita tentuin dulu hari selamatannya pake rumus yang di atas. Untuk contoh kasus di atas, bisa dilihat contoh perhitungannya pada tabel di bawah ini :
Kalo merasa ribet dengan itung²an di atas, bisa juga pake tabel di bawah ini. Gampang banget kok caranya, tinggal cari hari dan pasarannya di kolom "Meninggal" trus catet hari selamatannya yang sebaris dengan hari dan pasaran meninggalnya. Sekali lagi yang perlu diingat adalah pergantian hari dalam adat Jawa adalah saat terbenamnya matahari (Maghrib / Surup), kalo udah Maghrib berarti udah ganti hari.
| Meninggal | 3 Hari | 7 Hari | 40 Hari | 100 Hari | 1 Tahun | 2 Tahun | 1000 Hari |
| Jumat Kliwon | Minggu Paing | Kamis Legi | Selasa Wage | Sabtu Wage | Senin Pon | Sabtu Pon | Rabu Wage |
| Sabtu Legi | Senin Pon | Jumat Paing | Rabu Kliwon | Minggu Kliwon | Selasa Wage | Minggu Wage | Kamis Kliwon |
| Minggu Paing | Selasa Wage | Sabtu Pon | Kamis Legi | Available link for download
|